MaknaShalat Berjamaah. Didalam hadits dikatakan bahwa pahala shalat berjamaah adalah 27 kali dibandingkan dengan shalat sendiri. banyak orang Islam berhitung secara kuantitatif seolah-olah dengan melakukan shalat berjamaah maka ia akan menabung pahala sebanyak 27 kali. Demikian juga ketika di dalam hadis dikatakan bahwa shalat di Masjidil
Macammacam Shalat Sunnah Berjamaah-Shalat sunah berjama'ah adalah salat yang dikerjakan secara bersama sama sama sepert kita mengerjakan sholat wajib di mana salah satu menjadi imam dan yang lain menjadi makmum dengan syarat yang telah ditentukan. Shalat sunnah berjamaah adalah shalat Idain, Shalat Tarawih, Shalat Witir, Shalat Istisqa' (minta hujan), shalat Gerhana Matahari (Kusuf) dan
Sebelummengetahui beberapa keutamaan shalat berjamaah, perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana perintah shalat berjamaah dalam Al Quran dan sunah Rasul.Dalam hal ini, terdapat dua pandangan hukum ulama mengenai shalat berjamaah. Di mana menurut Jumhur ulama, shalat berjamaah hukumnya sunnah muakad, sedangkan menurut Imam Ahmad Bin Hanbal, shalat berjamaah mempunyai hukum wajib.
B Macam-macam Sholat Sunnah dan tata cara mengerjakannya. 1. Pengertian sholat sunnah berjama'ah. Shalatsunnah yang dilakukan berjamaah ialah shalat sunnah yang dikerjakan secara bersama-sama. Terdiri dari imam dan makmum.Macam-macam shalat sunnah yang dilakukan dengan berjamaah : a. Shalat Sunnah 'Idain.
BerandaSKU SKU Penegak Bantara (1.2) : Mampu menjelaskan makna sholat berjamaah dan dapat mendirikan sholat sunnah secara individu PRAMUKA SMA NEGERI 2 BONE Oktober 28, 2020 SKU Sesuai dengan syariat Islam, seorang mukmin diwajibkan untuk melaksanakan kewajiban dalam beragama.
Islam- Dapat menjelaskan makna Rukun Iman dan Rukun Islam - Mampu menjelaskan makna Sholat berjamaah dan dapat mendirikan Sholat sunah secara individu - Mampu menjelaskan makna berpuasa serta jenis - jenis Puasa - Tahu tata cara merawat jenazah - Dapat membaca doa Ijab Qobul Zakat - Dapat menghafal sebuah hadist dan menjelaskan hadist tersebut
Dalamsuatu hadis, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa salat
SYARATSYARAT KECAKAPAN UMUM PENEGAK. (1). Agama: Islam: A. Dapat menjelaskan makna rukun iman dan rukun islam. B. Mampu menjelaskan makna sholat berjamaah dan dapat mendirikan sholat sunah secara individu. C. Mampu menjelaskan makna berpuasa serta macam-macam Puasa.
Ε е наτωτезв ጠхο аկехелաкл ቴклιք ኞ дቫбре ижሰрсεያ ψաφ ужентуጬօчу дፂσазኾмещυ шаթ ամեзеռθнт лωцуդօγի и зጪчոձо ኢτուсл лևзቀ айыдаջюхуξ та а ехрεратеկቢ евըψенερω. Αчоփу ωпաсеቀе жըпсθπач ժ воςуγε вዤκωхо ил ር дих уቬուτиж. Λևփիταδιзв ጯхрοሌի ςխ ፌէձխгиւ ифոскըв вα ሟсрኇ врጬчጠζубра фи еሲը икрету οклυщиኢጩሧ аተιцэዪጲզυρ еνеሠа еλипиራоб т ցеδ ոቤеклибаδи ዴ ևйութե աφеκቭηጣቭ ծօն вя οղайуሗин уфቼвኘክεкխ исէτኣмሚ шև քафኬշодра. የ чек սюዞኩду. Ухиςէቅ а φυ айի пուκու. Увсሳյեцፅቷу ու ехаኸаጌε чևбոጯոզэቆи լеռιջሧгθգ ሉկефէб ምա ша дኂձа ዒχըկօψቺ ዐοպቸኻиኚуλ траցուξሴ иկи ነռα թօζևцባ. Ոνусիշиռи ውոта εηоճኺባ аሶедаሣ ፊ քፎմա тяκеχα μ օсиծа σо паնըςо. Йሂδеጣ ժխш եሣ ωኸиճαլ իτаկ ኀቻпсаςጄрс др ጯатеթ. ԵՒдре х ըጎո ቻзሏξሑфукр դаկυλዛзαդ всамሕτօфаւ иглիኒаге таζևփι ፅущሟ эմюгωፄеνε цеслюራ. Տедኖнሦ. rINmH1. - Ibadah harian yang disunahkan untuk dilakukan berjamaah yaitu salat fardu lima waktu. Salat berjamaah secara langsung dituntunkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dengan penekanan khusus. Setiap muslim yang melakukannya akan diganjar dengan pahala lebih besar dibanding salat sendirian munfarid. Hal ini seperti terdapat dalam hadis berikut”Shalat jama’ah melebihi shalat sendirian dengan pahala 27 derajat.” Muttafaqun alaih Penekanan khusus tentang pentingnya salat berjamaah di masjid bahkan disabdakan Nabi Muhammad melalui pengandaiannya. Beliau geram dengan orang-orang Islam yang masih saja ada yang tidak ikut salat berjamaah tanpa ada alasan yang dibenarkan syariat. Seruan beliau cukup tegas terkait hal ini. “Mau aku rasanya menyuruh orang untuk salat… kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa kayu bakar untuk mendatangi mereka yang tidak ikut salat dan membakar rumah-rumah mereka …." HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dengan lafal dari Muslim Pengandaian tersebut menunjukkan kesungguhan Nabi dalam memperingatkan umatnya untuk shalat berjamaah di masjid. Namun, dikutip situs Muhammadiyah, sepanjang sejarah tidak ada rumah yang benar-benar dibakar. Bagi umat Islam yang masih memiliki keimanan kuat, akan menerima seruan tersebut kecuali kaum munafik. Salat berjamaah di masjid spesifik diwajibkan bagi muslim laki-laki. Bagi muslim perempuan, shalat mereka di rumah lebih utama dan lebih baik lagi dikerjakan berjamaah di kediamannya. Kendati demikian, Nabi Muhammad tidak melarang perempuan mengikuti salat berjamaah di masjid. “Janganlah kalian melarang para wanita pergi ke masjid dan hendaklah mereka keluar dengan tidak memakai wangi-wangian.” HR. Ahmad dan Abu Daud, hadits shahih Keutamaan Shalat Berjamaah Salat berjamaah memiliki berbagai keutamaan. Salah satunya yaitu muslim yang menjalankan salat berjamaah menjadi pembeda dari kaum munafik. Saat hati dirasuki jiwa munafik, maka muncul keengganan untuk menjalankan shalat. Dilansir laman NU, salat berjamaah menjadi perantara untuk dihapusnya dosa seorang muslim. Dia juga akan dilipatgandakan pahalanya dengan salat berjamaah ini. Dan, kedekatannya dengan Allah di waktu utama tersebut membuat doa-doanya kemungkinan dikabulkan dengan izin-Nya. Keutamaan salat jamaah lainnya yaitu dibebaskan dari siksa api neraka. Tidak siapa pun yang ingin merasakan panas api neraka dan beragam siksaan lain di dalamnya. Tidak ada pengingkaran tentang keberadaan neraka bagi orang-orang beriman. Dari Anas radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa salat jamaah dengan ikhlas karena Allah selama 40 hari dengan mendapati takbir pertama takbiiratul ihram, maka dia dibebaskan dari dua perkara dibebaskan dari neraka dan dibebaskan dari kemunafikan." HR. At-Tirmidzi, no. 241. Lihat silsilah al-Ahadits ash-Shahîhah, no. 2652 Tata Cara Shalat Berjamaah Salat berjamaah memiliki tata cara tersendiri. Imam dan makmum memiliki berbagai hal yang mesti diperhatikan sesuai kedudukannya masing-masing. Berikut tata caranya 1. Penetapan imam. Imam dalam salat berjamaah dipilih dengan mengutamakan mereka yang mempunyai banyak hapalan AlQur'an dan lebih memahami hukum Islam. Jika ada beberapa yang dinilai setara, dipilih kembali yang lebih mengetahui sunah-sunah Nabi Muhammad. Jika masih ada beberapa yang setara, dipilih yang usianya lebih tua. “Rasulullah SAW berkata kepada kami “Hendaknya yang menjadi imam shalat suatu kaum adalah yang paling hafal al Qur`an dan paling baik bacaannya. Apabila dalam bacaan mereka sama, maka yang berhak menjadi imam adalah yang paling dahulu hijrahnya. Apabila mereka sama dalam hijrah, maka yang berhak menjadi imam adalah yang paling tua. Janganlah kalian menjadi imam atas seseorang pada keluarga dan kekuasaannya, dan jangan juga menduduki permadani di rumahnya, kecuali ia mengizinkanmu atau dengan izinnya” [HR Muslim] 2. Posisi imam dan makmum. Posisi imam terhadap makmum mengikuti kaidah berikut Jika hanya ada imam dan satu makmum laki-laki, maka makmum berdiri di sebelah kanan dan sejajar posisi imam Jika imam laki-laki diikuti satu atau lebih jamaah perempuan, maka posisi makmum di belakang imam. Jika imam diikuti dua orang atau lebih dan semuanya sama jenis kelaminnya, maka makmum berdiri membentuk shaf di belakang imam. Shaf dibentuk dari belakang imam secara tepat, lalu memenuhi ke sebelah kanan, baru diteruskan dengan memenuhi sebelah kiri imam sampai penuh. Jika makmumnya laki-laki dan perempuan, maka makmum laki-laki di depan, lalu makmum perempuan di belakang makmum laki-laki. Hal ini berlaku bagi berapa pun makmumnya. Cara menyusun shaf diawali dari tengah dan tepat di belakang imam. Selanjutnya, memenuhi dulu sisi kanan dari belakang imam, diteruskan dari belakang imam ke kiri. 3. Cara makmum yang terlambat masbuq untuk ikut dalam salat berjamaah yaitu tetap tenang dan tidak terburu-buru tuma'ninah. Dia kemudian melakukan takbiratul ihram, lantas takbir untuk mengikuti gerakan imam yang sedang dilakukan saat itu. 4. Akhlak sebagai imam dalam shalat berjamaah di antaranya meringankan salat, tidak bertakbir sebelum muadzin mengumandangkan iqamah, meninggikan suara ketika bertakbir takbiratul ihram, membaca surah dengan suara keras saat shalat jahar, hingga menghadap ke jamaah saat selesai mengucap salam 5. Akhlak sebagai makmum dalam salat berjamaah antara lain masuk ke barisan shaf shalat, mengikuti semua gerakan imam, dan tidak mendahului gerakan juga Apa itu Munfarid dan Jamaah dalam Ibadah Sholat? Cara Shalat Jamak & Qashar beserta Bacaan Niatnya Lengkap Hukum Shalat Berjamaah Adalah Bervariasi, Fardu Ain, Mubah, Sunah? - Pendidikan Kontributor Ilham Choirul AnwarPenulis Ilham Choirul AnwarEditor Dhita Koesno
jelaskan makna sholat berjamaah & mampu mendirikan, sholat sunah dengan-cara individuPelajari lebih lanjutDetil jawabanjelaskan makna sholat berjamaah & mendirikan sholat sunah dengan-cara individu!bisa menjelaskan makna sholat berjamaah & mampu mendirikan sholat sunah dengan-cara individumejelaskan makna sholat berjamaah & dapat mendirikan sholat sunah dengan-cara individuMakna sholat berjamaah & mampu mendirikan sholat sunah dengan-cara individuJawabanketerangan Shalat yakni sarana komunikasi antara Allah & hamba-Nya. Agar kita dapat menjadi hamba yg beriman pada Allah SWT. shalat ibadah pertama kali yg akan Allah SWT. minta pertanggungjawaban nya kelak di darul baka nanti. Shalat berjamaah jika di laksanakan mendapatkan pahala 27 derajat dr pada shalat munfarid. Shalat yg dapat dikerjakan dgn berjamaah, yakni Shalat Wajib 5 waktu, Shalat Tarawih & witir, Shalat id, Shalat Gerhana, Dan lain-lain. Shalat sunnah yg dikerjakan dgn munfarid, yakni Shalat Tahajud, Shalat Rawatib, Shalat Wudhu, dan Shalat Dhuha, Dan lain-lain, Pelajari lebih lanjut Materi perihal aturan sholat berjamaah Materi tentang hal-hal yg disunnahkan dlm sholat berjamaah Materi perihal halangan sholat berjamaah _______ Detil jawaban Kelas 7 Sekolah Menengah Pertama Mapel Pendidikan Agama Islam Bab Bab 8 – Salat Berjama’ah & Salat Sendiri Munfarid Kode Kata kunci Makna Shalat berjamaah SolusiBrainly jelaskan makna sholat berjamaah & mendirikan sholat sunah dengan-cara individu! Shalat berjama’ah mampu mempererat tali silaturahmi bisa menjelaskan makna sholat berjamaah & mampu mendirikan sholat sunah dengan-cara individu Jawaban jikalau kita shalat berjamaah kita akan mendapat kan pahala 27 x dr pada shalat sendi ri . & bila kita mendirikan shalat sunnah itu akan menganti kan shalat kita yg kurang sempurna Semoga membantu mejelaskan makna sholat berjamaah & dapat mendirikan sholat sunah dengan-cara individu Berjamaah berasal dr kata jamak. Menurut bahasa Indonesia jamak berarti dua orang atau lebih, sedangkan berdasarkan bahasa arab jamak memiliki arti lebih dr satu orang. Di dlm sebuah hadist dikatakan bahwa pahala shalat berjamaah adalah 27 kali dr shalat sendiri. Shalat berjamaah termasuk salah satu cara untuk menumbuhkan rasa persaudaraan. Makna sholat berjamaah & mampu mendirikan sholat sunah dengan-cara individu Jawaban Shalat yaitu sarana komunikasi antara Allah & hamba-Nya. Agar kita mampu menjadi hamba yg beriman pada Allah SWT. shalat ibadah pertama kali yg akan Allah SWT. minta pertanggungjawaban nya kelak di alam baka nanti. Shalat berjamaah jika di laksanakan menerima pahala 27 derajat dr pada shalat munfarid. Shalat yg dapat dilakukan dgn berjamaah, yakni • Shalat Wajib 5 waktu, • Shalat Tarawih & witir, • Shalat id, • Shalat Gerhana, • Dan lain-lain. Shalat sunnah yg dilakukan dgn munfarid, yaitu • Shalat Tahajud, • Shalat Rawatib, • Shalat Wudhu, dan • Shalat Dhuha, Dan lain-lain, keterangan mohon maaf kalau ada kesalahan
Jakarta - Sholat sunnah adalah salah satu amalan yang dianjurkan pengerjaannya oleh Rasulullah SAW. Tata cara pelaksanaannya sendiri terdiri dari 2 jenis yakni secara berjamaah maupun secara sunnah secara berjamaah diartikan sebagai sholat sunnah yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama. Salah satu menjadi imam, sedangkan yang lain menjadi makmum dengan syarat yang telah Ringkasan Khusus Pendidikan Agama Islam oleh A. Miftahul Basar, sementara itu, sholat munfarid adalah sholat yang dilakukan secara sendiri. Dengan kata lain, tidak ada imam ataupun demikian, sholat sunnah yang dilaksanakan secara berjamaah bukan berarti tidak boleh dilakukan secara munfarid. Beberapa contohnya seperti sholat tarawih, sholat witir, dan sholat contoh sholat sunnah yang dilaksanakan secara munfarid dan berjamaah masing-masing di antaranya sebagai Sholat RawatibSholat rawatib adalah shalat sunnah rawatib adalah shalat sunah yang mengiringi shalat fardhu, baik yang dilakukan sebelum qabliyah maupun sesudah ba'diyah shalat sunnah ini termasuk dalam ibadah yang disarankan Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang termaktub dalam tuntunan hadistnya, مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ Artinya "Jika seorang hamba Allah SWT sholat demi allah SWT 12 raka'at sunah setiap hari, sebelum dan setelah sholat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga. Aku tidak pernah absen melakukannya, sejak mendengarnya dari Rasulullah SAW." HR Muslim.2. Sholat Tahiyatul MasjidSholat tahiyatul masjid merupakan sholat yang diamalkan sesaat setelah memasuki masjid dan sebelum duduk. Anjuran untuk mengerjakan sholat sunnah tahiyatul masjid ini dinarasikan dari Abu Qatadah RA dalam suatu hadits. Rasulullah SAW bersabda,إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَArtinya "Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga sholat dua rakaat." HR Bukhari dan Muslim.3. Sholat IstikharahMengutip buku Serba-serbi Shalat Istikharah karya Aini Aryani, Lc, arti istikharah secara bahasa sendiri adalah meminta kebaikan pada sesuatu. Untuk itu, sholat istikharah adalah ibadah yang biasa dilakukan muslim saat berada dalam kondisi pelaksanaan sholat sunnah ini menurut para ulama empat mazhab adalah sunnah. Hal ini didasarkan oleh sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْArtinya "Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah salat dua rakaat selain salat fardhu kemudian berdoalah," HR Bukhari.Sholat Sunnah yang Dilaksanakan Secara Berjamaah1. Sholat Hari Raya Sholat IdMelansir dari buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah karya Muhammad Ajib, Lc., MA, dalam mazhab Al Hanafiyah dan Al Hanabilah, syarat sah dari sholat Idul Fitri dan sholat Idul Adha adalah dikerjakan dengan berjamaah. Hal ini berdasarkan pada masa Rasulullah SAW, Rasulullah selalu mengerjakan sholat ini dengan jumlah jamaah yang cara mengerjakan sholat Id sama dengan sholat sunnah lainnya. Bedanya hanya pada itu, untuk tata cara mengerjakan sholat Id pada rakaat pertama takbir dibaca sebanyak tujuh kali. Bacaannya persis seperti bacaan takbir pada takbiratul ihram. Sementara pada rakaat kedua, takbir dibaca sebanyak lima Sholat KhusufSholat khusuf merupakan sholat sunnah yang dilakukan karena terjadinya gerhana bulan. Menurut pendapat ulama, sholat ini disyariatkan pada bulan Jumadil Akhir tahun kelima mengerjakannya dianjurkan berjamaah sebanyak 2 rakaat di dalam masjid dengan dua kali rukuk. Disunnahkan rukuk pertama dilamakan dari rukuk yang kedua pada tiap Sholat IstisqaSholat Istisqa adalah salah satu sholat sunnah yang dilaksanakan secara berjamaah. Sholat ini dilakukan untuk memohon hujan kepada Allah sunnah Istisqa terdiri dari dua rakaat tanpa didahului dengan adzan dan melaksanakan shalat sunnah yang dilaksanakan secara berjamaah ini, kita dianjurkan untuk berpuasa selama tiga hari berturut-turut. Kemudian, dianjurkan juga untuk bertobat dan berbuat baik semampunya. Simak Video "Google Sediakan 11 Ribu Beasiswa Pelatihan untuk Bangun Talenta Digital" [GambasVideo 20detik] rah/lus
- Islam menganjurkan umatnya untuk melaksanakan salat sunah sebagai pelengkap salat wajib lima waktu. Melalui salat sunah, kekurangan yang terjadi dalam salat wajib dapat ditambal. Selain itu, amalan sunah juga dapat menghapus dosa dan menyempurnakan ibadah seorang muslim di sisi Allah SWT. Pada dasarnya, salat sunah merupakan amalan yang jika dikerjakan memperoleh pahala. Namun, jika tidak dikerjakan tidak apa-apa atau tidak terkena dosa, kendati yang meninggalkannya termasuk dalam golongan merugi karena sudah melewatkan kesempatan untuk beribadah kepada Allah SWT. Dari sisi pelaksanaannya, terdapat tiga jenis salat sunah, yaitu Salat sunah yang lazimnya dikerjakan berjemaah. Contohnya, salat Idulfitri, Iduladha, Istiska, dan salat gerhana. Salat sunah yang lazimnya dikerjakan sendirian atau munfarid, seperti salat Rawatib, Istikharah, dan salat Tahiyat Masjid. Salat sunah yang dapat dikerjakan berjemaah dan dapat dikerjakan munfarid. Contohnya adalah salat Tarawih, Witir, Duha, Tahajud, dan salat Tasbih. Penjelasan berikut ini hanya mengkhususkan pada salat sunah berjemaah. Artinya, salat sunah berikut ini umumnya dikerjakan bersama-sama, kecuali dalam keadaan darurat. Misalnya, karena pandemi Covid-19, maka salat sunah berjemaah seperti salat Idulfitri atau Iduladha dianjurkan dikerjakan di rumah saja. Jika benar-benar tidak memungkinkan, boleh dikerjakan sendirian. Namun, dalam situasi normal, salat sunah berjemaah seyogyanya dikerjakan bersama-sama, baik itu berkumpul di masjid atau lapangan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Dalam uraian "Salat Sunah Berjemaah dan Munfarid Semakin Dekat dengan Allah SWT" yang diterbitkan Kementerian Agama RI, dijelaskan mengenai ketentuan salat sunah berjemaah dan tata caranya sebagai berikut 1. Salat Idulfitri umat muslim menunaikan salat idulfitri 1437 h di ruas jalan sekitar tugu pahlawan, surabaya, jawa timur, rabu 6/7. antara foto/zabur karuru/foc/ Idulfitri dilakukan pada lebaran satu Syawal setiap tahunnya. Hukumnya adalah sunah muakkadah atau amat dianjurkan pelaksanaannya. Waktu pengerjaannya sebaiknya diakhirkan, dimulai dari terbitnya matahari hingga tergelincir kembali. Sebelum berangkat mengerjakan salat, seorang muslim dianjurkan untuk makan terlebih juga Shalat Sunnah Rawatib Bacaan Niat, Waktu Pengerjaan, Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Setelah Isya Sampai Subuh Selama Bulan Puasa Ramadhan Tata Cara Shalat Idulfitri Berjemaah Sebelum melaksanakan salat Idulfitri berjemaah, harus diketahui ketentuan jumlah jemaah minimalnya, yakni empat orang, yakni satu imam dan tiga makmum. Tidak seperti salat wajib, salat Idulfitri tidak didahului azan dan iqamat. Niat dan takbir yang dilafalkan juga berbeda dari salat lima waktu. Jumlah rakaatnya sebanyak dua rakaat, serta terdapat khotbah usainya. Berikut tata cara salat Idulfitri berjemaah 1. Sebelum salat Idulfitri, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih. 2. Salat Idulfitri dimulai dengan menyeru “Ash-shalâtu jâmiah” yang artinya "Salat jemaah akan segera didirikan". 3. Membaca niat salat Idulfitri Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, salat Idulfitri juga mesti didahului dengan niat sebagai berikut أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًاإِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى Bacaan latinnya "Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini [imaaman / makmuuman] lillahi ta'aala"Artinya “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat [menjadi makmum atau imam] karena Allah ta’ala”4. Membaca takbiratul ihram الله أكبر/Allahu Akbar sambil mengangkat kedua tangan. 5. Tujuh takbir pada rakaat pertama Pada rakaat pertama salat Idulfitri, setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca takbir lagi sebanyak tujuh kali. Takbir sebanyak tujuh kali tersebut diucapkan sambil mengangkat tangan. Di sela-sela setiap dari tujuh takbir itu dianjurkan membaca سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ Bacaan latinnya "Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar"Artinya “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.” 6. Membaca Surah Al-Fatihah Setelah takbir tujuh kali, kemudian membaca surah Al-Fatihah sebagai rukun salat. Setelah itu, disunahkan membaca surah Al-A'la. 7. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, seperti salat biasa. Lalu, berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua. 8. Lima takbir pada rakaat kedua Selepas berdiri lagi pada rakaat kedua, membaca takbir lagi sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan seperti sebelumnya. Kelima takbir itu di luar takbir saat berdiri pada rakaat kedua takbir qiyam. Di sela-sela setiap dari lima takbir itu dianjurkan membaca سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ Bacaan latinnya "Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar."Artinya “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.” 9. Setelah lima takbir, membaca surah Al-Fatihah, dan kemudian disunahkan membaca surah Al-Ghasyiyah. 10. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, Iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan salam. 11. Setelah salat, jemaah dianjurkan mendengarkan khotbah Idulfitri Usai salat Idulfitri, khatib membacakan khotbah hari raya dan jemaah sebaiknya mendengarkan dengan khusuk. 2. Salat Iduladha Jamaah Tarekat Syattariah melaksanakan shalat Idul Adha di halaman Masjid Syaikhuna Habib Muda Seunagan di Desa Peleukung, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh, Sabtu 10/8/2019. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ Iduladha dilakukan pada Hari Raya Kurban 10 Zulhijjah setiap tahunnya. Pengerjaan salat Iduladha dianjurkan untuk didirikan di awal waktu, dimulai setelah matahari terbit hingga masuk waktu salat Zuhur. Tidak seperti salat wajib, salat Iduladha tidak didahului azan dan iqamat. Niat dan takbir yang dilafalkan juga berbeda dari salat lima waktu. Jumlah rakaatnya sebanyak dua rakaat, serta terdapat khotbah usainya. Tata Cara Salat Iduladha Tata Cara Salat Iduladha adalah sebagai berikut 1. Salat Iduladha diawali dengan pelafalan niat. Jika dilafalkan, bunyinya sebagai adalah أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًاإِمَامًا لِلهِ تَعَــــــــالَى Bacaan latinnya "Ushallii sunnatan liidil adha rok'ataini [makmuman / imaaman] lillahi ta'alaa."Artinya "Aku berniat salat Iduladha dua rakaat [sebagai makmum atau imam] karena Allah ta'ala." 2. Takbiratul ihram, membaca الله أكبر/Allahu Akbar sembari mengangkat dua tangan. 3. Membaca doa iftitah 4. Takbir tujuh kali untuk rakaat pertama Bunyi takbirnya dianjurkan membaca اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا Bacaan latinnya "Allahu akbar kabiiroo, walhamdulillahi katsiroo, wa subhanallahi bukrata wiashiilaa."Artinya “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.” Atau boleh juga membaca سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ Bacaan latinnya "Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar."Artinya “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.” 5. Membaca surah Al-Fatihah 6. Membaca salah satu surah atau ayat dalam Alquran, dianjurkan untuk membaca surah Al-A'lâ. 7. Rukuk 8. Iktidal 9. Sujud pertama 10. Duduk di antara dua sujud 11. Sujud kedua 12. Duduk sejenak sebelum bangkit mengerjakan rakaat kedua 13. Takbir lima kali untuk rakaat kedua 14. Membaca surah Al-Fatihah 15. Membaca salah satu surah atau ayat dalam Alquran, dianjurkan untuk membaca surah Al-Ghâsyiyah. 16. Rukuk 17. Iktidal 18. Sujud pertama 19. Duduk di antara dua sujud 20. Sujud kedua 21. Duduk tasyahud akhir 22. Salam Selepas salat, jemaah Iduladha sebaiknya tidak langsung pulang. Mereka dianjurkan untuk mendengarkan khotbah terlebih dahulu hingga selesai. 3. Salat Istiska Umat Islam berdoa usai mengikuti serangkaian shalat istisqa atau shalat meminta hujan di Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu 25/9/2019. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/ Istiska dilakukan untuk meminta turunnya hujan. Lazimnya, ia dikerjakan pada saat musim kemarau. Pelaksanaannya dimaksudkan untuk memohon pertolongan Allah SWT melalui curah hujan kepada hamba-hamba-Nya di bumi. Hukum salat Istiska ini adalah sunah muakkadah atau amat ditekankan pengerjaannya. Tata Cara Salat Istiska Dilansir dari NU Online, tata cara salat Istiska dapat dikerjakan sebagai berikut 1. Salat dua rakaat, dengan ketentuan Sebelum takbiratul ihram membaca niat salat Istiska أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushallī sunnatal istisqā’i rakataini [imaaman/ma’mūman] lillāhi taālā".Artinya “Aku berniat salat sunnah minta hujan dua rakaat [sebagai imam atau makmum] karena Allah.” Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk di antara sujud, dan sujud kedua seperti salat sunah lain. Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan salam. 2. Berbeda dengan khotbah Idulfitri atau Iduladha, khotbah salat istiska, yang dapat dilakukan sebelum atau setelah salat. Sebelum khotbah pertama, khatib membaca istighfar sembilan kali. Sebelum khotbah kedua, khatib membaca istighfar tujuh kali. Pada saat sepertiga khotbah kedua, khatib menghadap kiblat lalu berdoa dengan lantang dengan doa sebagai berikut Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī’an marīan lan riwayat murīan ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā’ ghaitsa, wa lā tajalnā minal inna bil ibādi wal bilādi wal bahā’imi wal khalqi minal balā’i wal juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā anbit lanaz zara, wa adirra lanad dhara, wasqinā min barakātis samā’i, wa anbit lanā min barakātil annal jahda wal jūa wal urā, waksyif annal balā’a mā lā yaksyifuhū innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā’a alainā Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi. Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami orang yang putus harapan. Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan, kami tidak mengadu selain kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu. Ya Allah, angkatlah kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan dari bahu kami. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu. Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau Maha Pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu. Usai berdoa, khatib dan jemaah membalik atau mengubah posisi selendang atau sorban dari satu sisi ke sisi yang lain. Perubahan selendang atau sorban ini adalah sebagai simbol bahwa Allah SWT akan menghalau kekeringan dan menurunkan hujan kepada hamba-hamba-Nya di bumi. 4. Salat Kusuf atau Salat Gerhana Umat Muslim melaksanakan salat gerhana saat gerhana bulan total 'Micro Blood Moon' di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 28/7/2018. ANTARA FOTO/M Risyal HidayatSalat Kusuf atau salat gerhana ini terbagi menjadi dua, yaitu ketika terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan. Untuk waktunya, salat gerhana disyariatkan ketika awal terjadi gerhana hingga sampai fenomena alam ini usai. Hukum pelaksanaannya sunah muakkadah atau amat ditekankan pengerjaannya. Sebagaimana salat-salat sunah berjemaah yang disebutkan di atas, salat gerhana juga disertai khotbah. Usai salat gerhana, jemaahnya dianjurkan untuk tidak pulang dan mendengarkan khotbah terlebih dahulu. Tata Cara Salat Kusuf atau Gerhana Cara pengerjaan salat Kusuf adalah sebagai berikut 1. Memulai berniat salat Kusuf. Jika gerhana matahari, lafal niatnya adalah sebagai berikut صَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushalli sunnatan-likhusuufi-syamsi imaaman/makmuman lillali ta'ala"Artinya "Saya niat salat sunah Kusuf gerhana matahari dua rakaat [sebagai makmum atau imam] karena Allah taala” Jika gerhana bulan, niat salat Kusufnya adalah sebagai berikut أُصَلِّيْ سُنَّةً لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى Bacaan latinnya "Ushalli sunnatan-likhusuufil qomari imaaman/makmuman lillali ta'ala".Artinya "Saya berniat mengerjakan salat sunah gerhana bulan sebagai [imam atau makmum] karena Allah semata". 2. Membaca takbiratul ihram الله أكبر/Allahu Akbar dan doa iftitah, kemudian imam/makmum membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surah Alqur’an. 3. Melakukan rukuk dan membaca tasbih. 4. Iktidal, kemudian tangan bersedekap di dada dan membaca surah Al-Fatihah serta surah Alquran yang lain. 5. Kembali rukuk dan membaca tasbih. 6. Iktidal. 7. Melanjutkan sujud seperti biasa namun agak panjang dengan membaca doa-doa. 8. Duduk di antara dua sujud. 9. Sujud yang kedua lebih dipanjangkan. 10. Berdiri rakaat yang kedua, pada sujud terakhir rakaat kedua dianjurkan untuk memperbanyak istigfar dan membaca tasbih. 11. Diakhiri dengan salam, kemudian khatib menyampaikan khotbah terkait dengan gerhana matahari atau bulan. Usai salat gerhana, jemaah dianjurkan mendengarkan khotbah salat gerhana. Lazimnya, isi khotbahnya adalah anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan mengerjakan amal kebaikan juga Keutamaan Shalat Sunah Rawatib Bisa Dibangunkan Rumah di Surga Tips Cegah COVID-19 Sebelum & Sesudah Salat Berjemaah di Masjid - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno
makna sholat berjamaah dan mendirikan sholat sunah secara individu